golfbz – Pernah nggak sih kamu sadar kalau setiap sore jalanan kompleks, taman kota, sampai area car free day mini di sekitar perumahan tiba-tiba penuh orang jalan kaki? Mulai dari anak muda, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, sampai lansia, semuanya seperti punya agenda yang sama: jalan santai sebelum malam tiba.
Fenomena ini bukan cuma terjadi di kota-kota besar. Di berbagai daerah, kebiasaan jalan santai sore hari juga makin sering terlihat. Bahkan, media sosial ikut bikin tren ini semakin ramai lewat unggahan langkah harian, outfit olahraga, hingga tantangan mencapai target 10.000 langkah.
Menariknya, tren ini bukan sekadar ikut-ikutan. Banyak orang mulai sadar kalau hidup sehat nggak harus selalu identik dengan gym mahal atau olahraga yang bikin ngos-ngosan. Jalan kaki selama 30–60 menit ternyata sudah cukup memberikan dampak positif bagi tubuh maupun kesehatan mental.
Kenapa Jalan Santai Sore Hari Lagi Naik Daun?

Ada beberapa alasan kenapa aktivitas sederhana ini tiba-tiba kembali populer.
Pertama, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan meningkat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang mulai mencari aktivitas fisik yang ringan, murah, dan bisa dilakukan siapa saja tanpa perlu alat khusus.
Kedua, media sosial punya peran besar dalam membentuk kebiasaan baru. Konten bertema “daily walk”, “hot girl walk”, hingga video aesthetic saat matahari mulai terbenam membuat jalan kaki terlihat menyenangkan. Aktivitas yang dulu dianggap biasa kini berubah menjadi bagian dari gaya hidup.
Selain itu, aplikasi penghitung langkah di smartphone maupun smartwatch juga membuat banyak orang semakin termotivasi. Ada rasa puas ketika target langkah harian berhasil tercapai. Efek gamification seperti ini ternyata cukup efektif mendorong seseorang bergerak lebih aktif.
Waktu Sore Dinilai Lebih Nyaman
Kalau dibandingkan pagi atau siang, sore hari memang punya daya tarik tersendiri.
Cuaca mulai lebih teduh sehingga aktivitas di luar ruangan terasa nyaman. Intensitas sinar matahari juga sudah menurun, membuat risiko kepanasan jauh lebih kecil dibandingkan siang hari.
Bagi pekerja kantoran, sore menjadi momen ideal untuk melepas penat setelah seharian duduk di depan laptop. Begitu juga bagi mahasiswa atau pelajar yang baru selesai beraktivitas. Jalan santai menjadi semacam “reset button” sebelum melanjutkan rutinitas di malam hari.
Di sisi lain, suasana sore identik dengan langit yang lebih indah. Banyak orang menikmati sunset sambil berjalan santai, ngobrol dengan teman, atau sekadar mendengarkan playlist favorit menggunakan earphone.
Bukan Sekadar Jalan, Tapi Bentuk Self-Care
Generasi Z dikenal lebih terbuka membahas kesehatan mental dibanding generasi sebelumnya. Karena itu, jalan santai sore hari sering dianggap sebagai bagian dari self-care.
Saat berjalan, tubuh melepaskan hormon endorfin yang membantu meningkatkan suasana hati. Aktivitas ringan ini juga memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari berbagai tekanan pekerjaan maupun aktivitas digital.
Banyak orang memilih berjalan tanpa terlalu sering membuka media sosial. Mereka menikmati udara sore, melihat pepohonan, atau sekadar memperhatikan aktivitas sekitar. Hal sederhana seperti ini ternyata mampu membantu mengurangi stres.
Tidak sedikit pula yang menjadikan jalan santai sebagai momen refleksi diri. Tanpa distraksi berlebihan, pikiran terasa lebih jernih sehingga berbagai ide baru sering muncul selama berjalan.
Manfaat Jalan Santai untuk Tubuh
Meski terlihat sederhana, manfaat jalan kaki sudah dibuktikan melalui berbagai penelitian kesehatan.
Beberapa manfaat yang paling sering dirasakan antara lain:
- Membantu menjaga kesehatan jantung.
- Meningkatkan kebugaran tubuh.
- Membantu mengontrol berat badan jika dilakukan rutin.
- Menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2.
- Memperbaiki kualitas tidur.
- Mengurangi stres dan kecemasan.
- Meningkatkan daya tahan tubuh.
Aktivitas ini juga cocok bagi pemula yang belum terbiasa berolahraga. Risiko cedera relatif rendah dibandingkan olahraga dengan intensitas tinggi.
Tren “10.000 Langkah” Masih Jadi Motivasi
Salah satu hal yang membuat jalan santai semakin populer adalah target 10.000 langkah per hari.
Meski angka tersebut awalnya berasal dari kampanye pemasaran alat penghitung langkah di Jepang pada era 1960-an, target ini kemudian menjadi patokan yang dikenal luas.
Namun, banyak ahli kesehatan menegaskan bahwa manfaat aktivitas fisik tetap bisa dirasakan meski jumlah langkah belum mencapai 10.000. Yang paling penting adalah konsistensi bergerak setiap hari sesuai kemampuan masing-masing.
Karena itu, seseorang tidak perlu merasa gagal jika hanya mampu berjalan 5.000 atau 7.000 langkah. Sedikit demi sedikit tetap lebih baik dibanding tidak bergerak sama sekali.
Jadi Ajang Sosialisasi yang Positif
Fenomena menarik lainnya adalah munculnya komunitas jalan santai.
Di berbagai kota, kini mulai bermunculan walking club yang rutin mengadakan kegiatan setiap sore atau akhir pekan. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang profesi dan usia.
Konsepnya sederhana. Berkumpul di satu titik, berjalan bersama selama beberapa kilometer, lalu ngobrol santai setelah selesai.
Aktivitas seperti ini menjadi alternatif hiburan yang lebih sehat dibanding hanya berkumpul di kafe atau menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gadget.
Bagi sebagian orang, walking club juga menjadi tempat memperluas jaringan pertemanan tanpa tekanan.
Jalan Santai vs Lari, Mana yang Lebih Baik?
Pertanyaan ini cukup sering muncul.
Jawabannya sebenarnya tergantung tujuan masing-masing.
Jika ingin membangun kebugaran secara bertahap, menjaga kesehatan, atau baru mulai berolahraga, jalan santai sudah sangat baik. Intensitasnya lebih ringan sehingga mudah dilakukan secara konsisten.
Sementara itu, lari memberikan pembakaran kalori lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. Namun, olahraga ini juga membutuhkan kondisi fisik yang lebih siap dan memiliki risiko cedera yang lebih tinggi jika tekniknya kurang tepat.
Banyak pelatih kebugaran justru menyarankan memulai dari jalan kaki sebelum beralih ke jogging atau lari.
Tips Memulai Kebiasaan Jalan Santai
Kalau ingin mulai mengikuti tren ini, nggak perlu ribet.
Pertama, gunakan sepatu yang nyaman. Sepatu dengan bantalan yang baik akan membuat kaki tidak cepat pegal.
Kedua, pilih rute yang aman dan memiliki trotoar atau jalur pedestrian. Selain lebih nyaman, risiko kecelakaan juga lebih kecil.
Ketiga, mulai secara bertahap. Tidak harus langsung satu jam. Cukup 20–30 menit terlebih dahulu, kemudian tingkatkan durasinya sesuai kemampuan.
Keempat, jangan lupa membawa air minum agar tubuh tetap terhidrasi.
Kelima, kalau cepat bosan, coba dengarkan podcast, audiobook, atau playlist favorit. Cara ini membuat aktivitas berjalan terasa lebih menyenangkan.
Terakhir, ajak teman atau keluarga. Biasanya, aktivitas yang dilakukan bersama lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Jangan Sampai FOMO, Fokus pada Konsistensi
Di era media sosial, kadang muncul tekanan untuk mengikuti semua tren kesehatan yang sedang viral.
Padahal, esensi dari jalan santai bukan soal mengunggah jumlah langkah atau membandingkan hasil dengan orang lain.
Yang jauh lebih penting adalah membangun kebiasaan bergerak secara rutin. Tidak masalah jika hanya berjalan 20 menit selama dilakukan hampir setiap hari.
Kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat dalam seminggu atau dua minggu, tetapi manfaatnya akan terasa jika dilakukan secara konsisten selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Tren jalan santai sore hari menunjukkan bahwa pola hidup sehat kini semakin mudah diakses oleh semua orang. Aktivitas ini tidak membutuhkan biaya besar, tidak memerlukan keanggotaan pusat kebugaran, dan bisa dilakukan hampir di mana saja.
Bagi generasi muda, jalan santai juga menjadi cara untuk menyeimbangkan kehidupan yang serba cepat dan penuh distraksi digital. Di tengah padatnya aktivitas serta paparan media sosial, meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk berjalan sambil menikmati suasana sore bisa menjadi investasi sederhana bagi kesehatan fisik maupun mental.
Pada akhirnya, tren ini bukan sekadar viral sesaat. Jika semakin banyak orang menjadikan jalan santai sebagai rutinitas harian, manfaatnya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga dapat mendorong terciptanya masyarakat yang lebih aktif, sehat, dan peduli terhadap kualitas hidup.
Referensi
- World Health Organization (WHO). Physical Activity Guidelines. https://www.who.int
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Benefits of Physical Activity. https://www.cdc.gov/physicalactivity
- American Heart Association. Walking: The First Step to a Healthier Lifestyle. https://www.heart.org
- Harvard Medical School. The Health Benefits of Walking. https://www.health.harvard.edu
- National Institutes of Health (NIH). Physical Activity and Health Research. https://www.nih.gov