Ringkasan: Ciputra Golfpreneur Tournament digelar sejak 2014 dan tahun ini memasuki edisi ke-11 di Damai Indah Golf BSD Course, 26-29 Agustus 2026. Dari seluruh edisi yang sudah berlangsung, belum ada satu pun pegolf Indonesia yang berhasil menjadi juara, meski turnamen ini justru melahirkan nama-nama yang kemudian menembus PGA Tour.
Apa itu Ciputra Golfpreneur Tournament?

Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT) adalah turnamen golf profesional regional yang masuk kalender resmi Asian Development Tour (ADT). Turnamen ini diprakarsai oleh mendiang Ir. Ciputra pada 2014 dan sejak awal berdiri sudah mendapat sanksi resmi dari ADT.
Kenapa Usia 11 Tahun Ini Jadi Sorotan?

Tahun 2026 menandai edisi ke-11 CGT, sekaligus tahun ke-11 tanpa juara asal Indonesia. Fakta ini diangkat langsung dalam pemberitaan resmi jelang turnamen, dengan judul yang menyebut pegolf Indonesia masih mengincar “gelar perdana” di ajang milik mereka sendiri.
Ironinya, CGT bukan turnamen kelas dua. Sejak 2014 turnamen ini konsisten digelar tanpa jeda dan disebut salah satu ajang paling stabil dalam kalender ADT oleh perwakilan tur itu sendiri, Teddy Jubilant.
Sejarah Singkat dan Perkembangan Hadiah

Turnamen ini lahir dengan total hadiah US$100.000 pada periode 2014-2015. Sejak itu, nilainya naik bertahap seiring pertumbuhan status turnamen di kalender ADT.
| Periode | Total Hadiah | Sumber |
|---|---|---|
| 2014-2015 | US$100.000 | ANTARA News |
| 2021-2022 | US$110.000 | ANTARA News |
| 2023 | US$125.000 | ANTARA News |
| 2024 | US$140.000 | ANTARA News |
| 2026 (edisi ke-11) | US$150.000 (± Rp2,7 miliar) | RRI.co.id, Properti Indonesia, ANTARA News |
Ajang ini juga berada di bawah naungan Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), yayasan yang berdiri pada 2020 untuk melanjutkan warisan Ciputra di dunia golf. Selain CGT, CGF juga rutin menggelar Ciputra Golfpreneur International Junior World Championship, kejuaraan junior yang menurut pihak penyelenggara sudah berjalan lebih dari tiga dekade.
Alumni CGT yang Justru Melejit di Kancah Dunia

Bagian paling menarik dari sejarah CGT bukan soal siapa juara asal Indonesia, melainkan soal siapa yang berangkat dari sini lalu menembus level dunia:
- Tom Kim (Kim Joohyung) — juara CGT 2019, kini pegolf Korea Selatan yang diperhitungkan di PGA Tour. Ia mengoleksi tiga gelar PGA Tour: Wyndham Championship 2022, Shriners Children’s Open 2022, dan 2023, lalu menambah gelar Genesis Scottish Open pada pertengahan 2026.
- Suteepat Prateeptienchai dan Miguel Carballo — mantan juara CGT yang disebut penyelenggara turut mencatat perkembangan karier setelah menang di turnamen ini.
- Matt Killen (Inggris) — juara CGT 2025, kini berkompetisi di Asian Tour setelah finis 10 besar Order of Merit ADT musim itu.
Rekam jejak ini yang membuat Chairman PGATI, Agus Triyono, menyebut CGT sebagai turnamen paling dinantikan pegolf profesional Indonesia setiap tahunnya — sekaligus panggung yang belum berhasil mereka taklukkan.
Kenapa Pegolf Tuan Rumah Belum Pernah Juara?

Tidak ada satu penjelasan tunggal, tapi tiga faktor berikut paling sering muncul dari pernyataan resmi penyelenggara dan pengurus PGATI:
- Kedalaman lapangan peserta internasional. CGT rutin mempertemukan pegolf dari berbagai negara — termasuk nama yang kemudian menembus PGA Tour — sehingga level persaingan tinggi sejak putaran awal.
- Konsistensi permainan empat hari penuh. Agus Triyono menilai kemampuan teknis pegolf Indonesia sebenarnya tidak kalah, tapi konsistensi dari hari pertama sampai final masih jadi pekerjaan rumah.
- Jam terbang di turnamen level internasional. Chairman CGF, Nararya Ciputra Sastrawinata, menyebut pengalaman bertanding melawan pegolf mancanegara di kandang sendiri sebagai bekal penting sebelum pegolf nasional bersaing di turnamen internasional lain.
Siapa Harapan Indonesia di Edisi 2026?

Dari 150 peserta yang akan turun di edisi 2026, 40 di antaranya adalah pegolf profesional Indonesia. Dua nama yang paling banyak disorot menjelang turnamen:
Naraajie Emerald Ramadhan Putra — pegolf kelahiran Bandung yang beralih ke jalur profesional pada 2022. Sebelum itu, ia pernah menyandang predikat best amateur di CGT, dan mengaku sudah hafal karakter lapangan BSD Course karena sering bertanding di sana.
Kevin Caesario Akbar — pegolf profesional binaan CGF yang menargetkan finis lima besar. Ia menyebut BSD Course sebagai lapangan favoritnya dan CGT sebagai turnamen yang paling ia nantikan setiap tahun.
Detail Ciputra Golfpreneur Tournament 2026

- Tanggal: 26-29 Agustus 2026
- Lokasi: Damai Indah Golf, BSD Course, Tangerang Selatan, Banten
- Edisi: Ke-11
- Total hadiah: US$150.000 (± Rp2,7 miliar)
- Jumlah peserta: ±150 pegolf, termasuk 40 pegolf profesional Indonesia
- Kalender resmi: Asian Development Tour (ADT)
Baca Juga Jalan Santai Sore Hari Jadi Tren Gaya Hidup Sehat, Kenapa Makin Banyak yang Ikutan?
FAQ — Ciputra Golfpreneur Tournament
Sejak kapan Ciputra Golfpreneur Tournament digelar?
Sejak 2014, diprakarsai oleh mendiang Ir. Ciputra dan disanksi resmi oleh Asian Development Tour.
Apakah pernah ada pegolf Indonesia yang juara?
Belum. Hingga edisi ke-11 pada 2026, gelar juara CGT belum pernah diraih pegolf tuan rumah, menurut pemberitaan resmi jelang turnamen 2026.
Siapa juara CGT paling terkenal?
Tom Kim asal Korea Selatan, juara 2019, yang kini berstatus pemenang multi-gelar di PGA Tour.
Di mana dan kapan CGT 2026 digelar?
Di Damai Indah Golf BSD Course, Tangerang Selatan, pada 26-29 Agustus 2026.
Ditulis oleh Tim Editorial golfbz. Terakhir diverifikasi: 11 Agustus 2026, berdasarkan pemberitaan ANTARA News, RRI.co.id, Properti Indonesia, sinarharapan.net, dan GOLFJOY.